Minggu, 01 April 2012

UPCOMING ARTICLES

BONJOUR LES GARS....
 
CAR JE SUIS ÉTUDIANTE À LA SECTION FRANÇAISE, je voudrais vous laisser connaître ce que j’apprends à la fac surtout sur economique et civilisation française. (KARENA SAYA ADALAH MAHASISWA DARI JURUSAN PRANCIS, saya ingin membagi ilmu saya kepada kalian apa yang saya pelajari di kampus, khususnya tentang perekonomian dan fenomena sosial di Prancis)
Lebih tepatnya saya akan membicarakan tentang bagaimana pemerintah Prancis membangun perekonomian Prancis dari NOL (pasca perang dunia ke-2) sampai perekonomian Prancis bisa semaju sekarang. Mau tahu apa saja yang dilakukan pemerintah Prancis???? sektor apa saja yang menjadi andalan pemerintah prancis dalam membangun ekonomi Prancis??? lalu bagaimana mereka menghadapi krisis minyak dunia???
TUNGGU TANGGAL MAINNYA....
Note: sabar ya, belum bisa nge-share sekarang karena kesibukan yang tiada henti (lebay). Begitu ada kesempatan langsung akan share disini.

Minggu, 29 Januari 2012

Sekilas Tentang Indonesia

Sadarkah kalian, generasi penurus dan seluruh rakyat Indonesia, kalau hampir semua negara di dunia ini memiliki kepentingan dengan Indonesia? sebagian besar mungkin tidak menyadari hal ini. Ada juga yang tahu tapi menganggapnya sebagai angin lalu, bukan suatu hal yang penting. Sebenarnya, kita harus tahu dan peduli dengan hal ini. Karena bagaimanapun juga, kepentingan negara lain terhadap Indonesia lebih banyak membawa dampak yang tidak mengenakan untuk bangsa kita. Sebut saja perjanjian negara kita dengan freeport, kita hanya mendapatkan satu persen dari apa yang mereka ambil dari kekayaan negara kita dan mungkin masih banyak lagi hal-hal serupa yang tidak kita ketahui.

Perkembangan dunia internasional mutlak diikuti karena kita bagian darinya dan banyak pihak yang berkepentingan dengan kita. Kita juga harus tahu tentang hubungan luar negeri negara kita dengan dengan negara lain. Walaupun urusan luar negeri menjadi urusan pemerintah pusat, pemerintah daerah harus ikut mewaspadai manuver negara lain yang berkepentingan atas wilayah kita. Dengan disahkannya konsep negara kepulauan oleh PBB tahun 1994 (melalui UNCLOS 1982), timbulah tantangan, ancaman, dan gangguan terhadap Indonesia. Ada empat golongan negara yang sangat berkepentingan dengan wilayah kita, yaitu negara-negara tetangga (beberapa negara anggota ASEAN dan Australia); negara dengan armada perikanan besar (salah satu diantaranya Jepang); negara pemilik perusahaan perkapalan (sea liners); negara adidaya yang berupaya memperoleh kemudahan untuk manuver armada militernya dalam rangka melaksanakan strategi global geopolitiknya (Kusumaatmadja, 2003: 25).

Mengahadapi negara-negara tetangga, tindakan yang dapat dilakukan setidaknya mewaspadai silent occupation dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim khusus. Untuk menghadapi Australia dengan proyek Australian Maritime Idetification Zone (AMIZ)-nya, Indonesia harus segera mengidentifikasi pulau-pulau yang tersebar luas. Menghadapi Malaysia dan Singapur, Indonesia perlu mewaspadai The Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang masih berlaku. FPDA adalah serangkaian hubungan pertahanan yang didasarkan atas perjanjian bilateral antara Inggris, Australia, Selandia Baru, Malaysia dan Singapura yang ditandatangani tahun 1971. Lima kekuatan negara tersebut akan saling berkonsultasi apabila terjadi agresi eksternal atau ancaman serangan terhadap Semenanjung Malaysia (Malaysia timur tidak termasuk wilayah tanggung jawab FPDA) atau Singapura. Bentuk-bentuk perhatian terhadap rakyat di perbatasan perlu terus dilakukan agar rasa nasionalisme terus ada dan meningkat.

Menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan adalah meningkatkan kemampuan nelayan Indonesia sendiri, yaitu kemampuan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut, kemampuan nelayan membaca peta laut dan mempergunakan peralatan navigasi dengan lebih baik; membangun desa pantai yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut; dan menjadikan nelayan sebagai monitor terhadap pengganggu negara dalam hal pencurian ikan, pencemaran lingkungan, dan perusakan alat navigasi laut.

Tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi negara yang memiliki armada angkatan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi adalah penolakan terhadap penambahan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) oleh International Maritime Organisation tetap diteruskan, karena pada hakikatnya membuat wilayah laut kita terbuka akan kontraproduktif dengan Deklarasi Djuanda. Dalam pada itu ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia dengan menindaklanjuti pengawasan secara proaktif.

Negara adidaya yang sejak semula menentang negara nusantara, kita juga menghadapinya dengan tetap menolak ALKI. Penambahan ALKI dapat berakibat wilayah kita terbuka kembali sehingga laut Nusantara menjadi laut bebas (high sea). (Tim MPKT A, 2011 : 56-58)

Even I Life Just One Day

얼마나 기다려왔는데
얼마나 아팠는데
오랫동안 시간의 흔적만큼
난 너를 그리워 했는데

지친 발걸음은 어느새 니 곁에
날 데려왔어 아무것도 아무일도 못할걸 알면서

널 사랑한다는 말
늘 가슴으로 외쳤던 말
널 사랑한다는 말
니 뒤에서만 되뇌였던 말
널 사랑한다는 말
달아날까 할 수 없는 말
사랑한다 겁이 날 만큼 널 사랑한다

밤하늘 수 놓은 별처럼 항상 볼 순 있지만
다가갈수도 만질수도 없잖아 내 몫인가봐 널 지켜보는게

매일 널 기다려 어느새 기대해 미련할만큼
내 키보다 커져버린 널 향한 바램들

널 사랑한다는 말
늘 가슴으로 외쳤던 말
널 사랑한다는 말
니 뒤에서만 되뇌였던 말
널 사랑한다는 말
달아날까 할 수 없는 말
사랑한다 겁이 날 만큼 널

[bridge]
고백한다 오늘 만큼만은 사랑해

단 하루를 살아도 니곁에 있고 싶다고
고백할게 이제는 말할게 널 사랑해

Song by Jo Hyun Jae

Selasa, 03 Januari 2012

Badai Matahari 2012


Dikabarkan bahwa tahun 2012 ini akan terjadi badai matahari. Badai matahari ini hanya akan menyebabkan gangguan sinyal dan listrik. Alat komunikasi akan terganggu akibat ini. Badai matahari ini tidak akan menyebabkan kehancuran peradaban manusia. Walaupun begitu kita harus tetap hati-hati.

Bahasa Inggris Mengancam Eksistensi Bahasa Indonesia

Munculnya sekolah rintisan berstandar internasional, atau yang sering disebut RSBI, dan yang baru-baru ini kebijakan mentri perdagangan mengenai PNS kemendag yang harus memiliki skor TOEFL 600 adalah segelintir contoh yang memperlihatkan fenomena bahasa Inggris mengancam bahasa Indonesia. Kedua hal tersebut menuntut seseorang yang terlibat di dalamnya untuk fasih berbahasa Inggris. Tapi, jika kita mengevaluasi lagi tentang kebijakan ini, sebenarnya benarkah harus menggunakan bahasa Inggris?

Semua orang ketika mendengar ‘sekolah rintisan berstandar internasional’ pasti mempunyai satu persepsi yaitu kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan bahasa Inggris. Ya, hal ini memang benar, pada kenyataan memang itulah yang dikembangkan. Padahal sebenarnya maksud diadakannya sekolah rintisan berstandar internasional adalah menciptakan murid yang berkualitas internasional bukan kegiatan belajarnya yang menitikberatkan pada bahasa Inggris.

Pak Arif Rahman dalam sebuah seminar bertemakan eksistensi bahasa Indonesia di Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2010 mengatakan bahwa tujuan dari sekolah RSBI adalah untuk menciptakan murid-murid yang berkualitas internasional bukan untuk untuk menjadikan bahasa Inggris bahasa sehari-hari. Namun, sayangnya banyak yang salah kaprah tentang hal ini, termasuk pelaksanaan pendidikan. Hal ini tentu menjadikan bahasa Indonesia harus bersaing dengan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari anak muda masa kini. Padahal seharusnya bahasa Indonesia menjadi tuan rumah dan raja di Indonesia sendiri tapi pada kenyataannya kedudukan bahasa Indonesia sangat terancam oleh bahasa Inggris.

Hal kedua yang menjadi sorotan masyarakat dan polemik akhir-akhir ini adalah kebijakan menteri perdagangan mengenai PNS kemendag yang diharuskan memiliki nilai TOEFL 600. Tentu saja hal ini menjadi polemik selain karena seharusnya kemenpan yang memutuskan hal ini, juga karena seberapa pentingkah hal ini dilakukan. Bapak Gita Wirjawan, mentri perdagangan, mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk memperlancar proses negosiasi. Target ini juga tidak serta merta dilakukan begitu saja tetapi melalui pendidikan TOEFL terlebih dahulu setelah itu karyawan baru akan dites.

Lalu dalam acara metro siang di metro tv yang membahas polemik nilai TOEFL 600 ini, Pak Andrinof yang merupakan pengamat kebijakan publik mengatakan bahwa lebih baik program ini dijadikan program jangka menengah bukan jangka pendek dan sebaiknya terlebih dahulu membenahi sistem perekrutan PNS. Sistem perekrutan kemendag ini masih sama seperti kementrian lain yang bersistem tertutup. Sistem ini memungkinkan terjadi KKN. Jika sistem yang digunakan seperti BI, kementrian keuangan dan kementrian luar negeri yang menggunakan sistem terbuka. Maka kebijakan TOEFL ini baik dijadikan program jangka pendek. Lebih baik jika memiliki karyawan dengan kualitas baik kemudian diberi pendidikan daripada karyawan dengan kualitas biasa saja. Ini tentu mengakibatkan anggaran yang dikeluarkan akan makin besar. Jadi lebih baik perbaiki sistem recruitment PNS baru setelah itu menerapkan kebijakan TOEFL ini.

Saya setuju dengan pendapat pak Andrinof. Lagi pula, tidak semua bagian kan yang dalam praktek kerjanya menggunakan bahasa Inggris??? Lebih baik syarat nilai TOEFL ini hanya diberikan kepada karyawan yang akan menempati bagian bernegosiasi dengan negara lain.

Selain itu, kita harus menyadari kapan kita harus menggunakan bahasa asing, bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Kalau kita berada dalam forum internasional oke lah kalau kita berbicara bahasa Inggris tapi kalau cuma sekedar berkomunikasi dengan sesama orang Indonesia dalam kehidupan sehari-hari cukup pakai bahasa Indonesia tidak perlu sok menggunakan bahasa Inggris. Kalau berbicara dengan teman satu daerah lebih baik menggunakan bahasa daerah agar bahasa daerah kita tetap hidup.

Jangan sampai bahasa Indonesia bernasib sama dengan bahasa melayu. Orang berpendidikan di Malaysia akan lebih memilih menggunakan bahasa Inggris ketimbang bahasa melayu karena bagi mereka bahasa melayu hanya bagi orang tidak berpendidikan atau masyarakat kelas bawah.

Ingat kawan-kawan Bahasa Indonesia bukan hanya sebagai identitas kita tapi bahasa Indonesia juga berfungsi sebagai Lingua Franca. Jadi berbicaralah dengan bahasa yang tepat di sikon yang tepat. :)

Minggu, 01 Januari 2012

Sangkuriang VS Oidipus, Mengapa Oidipus Bisa Mendunia dan Sangkuriang Tidak?



Bagi sebagian orang Indonesia, ketika mendengar nama Oidipus mungkin sudah kenal siapa itu Oidipus. Tapi tidak apa apa juga sih kalau tidak tahu. Wajar kalau tidak tahu, salah satu tokoh mitilogi Yunani ini memang jarang diangkat (udah pernah difilmkan apa belum ya??? Ga tau juga sih. Hehehe......) ke layar lebar ketimbang Herkules, Teseus, Achilles ataupun Perseus yang sudah lebih sering menjadi tokoh utama sebuah film.

Oidipus adalah seorang pahlawan dalam kisah mitologi Yunani. Ketika kita menonton atau membaca kisah Oidipus, mungkin akan langsung mengingatkan kita pada suatu kisah yang rasanya sudah sangat familiar dengan kita. Ya, kisah itu adalah kisah Oidipus. Kisah yang pernah dipertunjukan oleh WS Rendra dalam penampilan teaternya yang berjudul “Oidipus Sang Raja”, memang mirip dengan kisah Sangkuriang, kisah dongeng daerah Jawa Barat yang sering kita dengar dan baca di masa kecil. Tapi kenapa ya Oidipus lebih terkenal dari pada Sangkuriang? Kenapa naskah drama karya Sophokles ini selalu dipelajari bagi mahasiswa pemula di kelas teater? Sebenarnya kelebihan apa yang dimiliki Oidipus sampai bisa semua orang di dunia mengetahui kisahnya?


Nah, sebelum kita menjawab pertanyaan ini, lebih baik saya memberikan sinopsis dari cerita Oidipus biar baca artikelnya lebih nyambung nih. Oidipus adalah anak dari seorang raja di Corintha yang bernama raja Laius dan ratu Jocasta. Ketika Oidipus dilahirkan, seorang orakel (ahli nujum Yunani) menujumkan bahwa ketika besar nanti Oidipus akan membunuh ayahnya dan menikahi ibunya. Takut tujuman ini terjadi (masyarakat Yunani saat itu, percaya bahwa tujuman akan selalu terjadi, seperti takdir yang tidak bisa diubah) dan menghindari tujuman itu terjadi, raja Laius menyuruh salah satu pengawalnya untuk membunuh anakknya tanpa ketahuan seorang pun di istana itu. Pengawal itu pun pergi dari kerajaan untuk membunuh anak itu tetapi dia tidak tega membunuhnya. Pada akhirnya, pengawal itu bertemu dengan seorang pengembara dari Thebes dan menitipkan anak itu kepada si pengembara untuk membawa anak itu pergi jauh terutama dari Corintha. Pengembara itupun membawa anak kecil itu, yang diberi nama Oidipus, ke Thebes. Ternyata pengembara itu adalah pengawal istana kerajaan Thebes. Anak itu diberikan kepada raja Thebes karena sang raja telah lama mendambakan seorang anak namun sang ratu tak kunjung hamil. Raja Thebes pun dengan senang hati menerima anak itu dan membesarkannya sebagai anaknya sendiri.

Ketika Oidipus telah remaja, dia mengetahui tujuman yang mengatakan bahwa dia akan membunuh ayahnya dan menikahi ibunya. Setelah mengetahui hal tersebut, Oidipus merasa ketakutan akan terjadinya tujuman itu. Ia pun pergi dari Thebes agar tujuman itu tak terjadi. Di tengah jalan dia bertemu segerombolan orang yang mengganggunya dan akhirnya dia berkelahi dengan gerombolan itu dan membuhuh seorang diantaranya. Ketika sampai ke Corintha, dia menjadi pahlawan yang dielu-elukan rakyat karena aksi kepahlawanan yang telah menyelamatkan negeri itu. Oidipus pun menjadi raja dan menikahi Jocasta, ratu Corintha yang ditinggal mati suaminya. Suatu ketika ada suatu masalah yang membongkar siapa yang membunuh raja Laius. Dari peristiwa inilah Oidipus tahu bahwa dia telah membunuh raja Laius, yang merupakan ayah kandungnya saat dalam perjalanannya menuju Thebes dan istri yang dinikahinya adalah ibu kandungnya sendiri. Mengetahui fakta itu, Jocasta bunuh diri sedangkan Oidipus membutakan matanya untuk menghukum dirinya sendiri karena telah melakukan hal yang keji. Dia pun mengudurkan diri sebagi raja Thebes dan mengasingkan dirinya ke hutan untuk menghukum dirinya. Di satu sisi ketika ini merupakan hukuman bagi dirinya juga, karena ia telah berjanji saat pencarian pembunuh raja Laius bahwa dia akan membunuh pembunuh raja Laius dan ternyata itu adalah dirinya sendiri.

Nah, itu adalah sinopsis dari kisah Oidipus. Jelas kan kisah ini memiliki kemiripan dengan cerita Sangkuriang. Lalu kenapa kisah Oidipus ini jauh lebih terkenal dibanding Sangkuriang? Hal ini sempat menjadi pembahasan di kelas teater saya (saya mengambil kelas teater untuk mata kuliah seni). Di kelas sang dosen memaparkan jawaban dari pertanyaan ini karena tak ada seorang pun yang memiliki jawaban yang tepat ketika dosen bertanya tentang hal ini di kelas. Beliau bilang bahwa nilai yang terkandung dalam kisah Oidipus dan Sangkuriang bagaikan langit dan bumi.

Cerita Oidipus ini memiliki nilai yang sangat banyak. Diantaranya, dalam cerita ini menunjukan bahwa Oidipus adalah raja yang bijaksana dan mampu memegang ucapannya. Dia adalah raja yang memikirkan rakyatnya dan sepenuhnya berpihak kepada rakyatnya (baca cerita Oidipus selengkapnya untuk mengetahui dengan jelas nilai ini). Dia bahkan berani menghukum dirinya sendiri ketika ia tahu bahwa ialah yang telah membunuh ayahnya dan dia juga menikahi ibunya, walaupun hal itu dilakukannya karena ketidaktahuannya. Dalam mencari tahu siapa pembunuh Laius yang dalam prosesnya dia berkata bahwa dia akan membunuh pembunuh Laius apabila terungkap nanti. Ternyata dia lah yang membunuhnya, lalu dia menghukum dirinya dengan membutakan matanya. Ini menunjukan sikap nya sebagai seorang pemimpin yang teguh dengan ucapannya (ya walaupun dalam cerita ini dia tidak bunuh diri tapi paling tidak dia berani bertanggung jawab). Andai pemimpin di Indonesia seperti ini, pasti Indonesia akan menjadi negara yang besar tanpa KKN. Hehe...

Di sisi lain, cerita Sangkuriang banyak mengandung hal yang tidak baik. Yang paling banyak terlihat adalah kelicikan Sangkuriang dalam meraih apa yang diinginkannya. Mulai dari ketika Sangkuriang disuruh ibunya untuk berburu mencari seekor kijang (kalo ga salah, agak lupa ceritanya) di hutan untuk dimakan. Ketika itu sangkuriang pergi bersama si Tumang, ayahnya yang berwujud anjing, dan gagal untuk memburu kijang. Karena putus asa, ia mengakali si Tumang untuk dibunuhnya dan diambil hatinya untuk dibawa kepada ibunya. Sangkuriang membohongi ibunya bahwa itu adalah hati kijang padahal sebenarnya hati si Tumang. Begitu juga ketika ia membuat candi untuk menikahi ibunya, ibunya pun juga mengakali agar Sangkuriang gagal.

Dari perbandingan ini, jelas bahwa Sangkuriang sangat sulit untuk mendunia. Nilai yang dikandung antara Sangkuriang dan Oidipus bagaikan langit dan bumi. Oidipus bisa mendunia bahkan naskah drama nya dipelajari di kelas teater semua negara dikarenakan nilai yang terkandung didalamnya. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah Oidipus. Ini lah faktor yang bisa membuat Oidipus bisa terkenal.

Ini hanya pendapat dari dosen teater ku, dan menurutku ada benarnya juga. Kalau kalian punya pendapat sendiri, tidak masalah.... :-)

Minggu, 25 Desember 2011

Apa Yang Kurang Dari Pariwisata Indonesia?

Kalo kita ngomongin pariwisata Indonesia kayanya ga ada kekurangan apapun. Alamnya aja indah banget, masalah hotel ya pasti adalah hotel yang bagus untuk menjangkau tempat itu, transportasi juga kita ada kok mulai dari darat sampe laut ya walaupun masih ada yang tradisional tapi selama itu bisa dipake dan aman, ga masalah lah. Pemerintah daerah pun biasanya udah tahu tempat-tempat apa saja yang bagus yang bisa dipromosikan untuk menarik para turis. Pemerintah daerah juga biasanya sudah memfasilitasi tempat-tempat wisata daerahnya untuk para turis. Lihat aja, kalo nonton tv suka ada iklan pariwisata dari daerah mana gitu kan??? Ya walaupun jarang juga sih tapi itu udah menunjukan keseriusan pemerintahan daerah dalam mengembangkan tempat wisata daerahnya. Tapi kenapa ya kok masih Bali aja tuh yang masih menjadi tujuan wisata nomer satu di Indonesia bagi para turis??

Faktor Bali emang udah lebih dulu terkenal kali ya daripada daerah wisata lain. Tapi terlepas dari itu semua, ada satu hal yang terlupakan oleh pemerintah pusat maupun daerah dalam mempromosikan tempat wisata kita yaitu, KEBUDAYAAN. Promosi kebudayaan pasti pada mikirnya tarian, batik, lagu dan lain-lain padahal sebenarnya bukan hanya itu. Kita juga harus jual mitologi kita. Kita kan juga punya cerita-cerita tradisional atau cerita rakyat yang bisa dijual.

Dosen pernah cerita di kelas. Dia pernah ke Yunani dan mengunjungi suatu tempat, ya mungkin kaya musium gitu kayanya. Ada banyak orang yang lagi pada ngerubungin satu situs gitu, dan tour guide nya bilang kalo batu itu merupakan batu yang dilempar Zeus ke bumi. Disitu dosen aku tercengang dengernya. Bukan karena terkejut, terpesona, terpana atau apalah itu karena batu itu batu lemparan Zeus, tapi karena dia kaget cuma karena dibilang batu itu pernah dilempar Zeus trus banyak orang yang dateng ke situ cuma buat ngeliat tuh batu. Ckckckck...... trus dosen aku bilang, turis mana tau kan itu batu beneran yang dilempar Zeus atau nggak. Ga ada yang tau juga kalo dia bohong. Bisa aja kan dia ngarang cerita untuk menarik kunjungan para turis. Seharusnya kita juga bisa menjual cerita-cerita dibalik situs-situs yang kita punya. Kalo kita mau tau, sebenarnya ada kisah baik yang masuk diakal atau ngga tentang terjadinya situs itu. Tapi selogis logisnya orang percaya juga sama hal-hal gaib. Yunani banyak dikunjungi wisatawan karena dia mampu menjual mitologi Yunani nya kan???

Sayangnya kalo kita ke musium atau situs-situs atau candi lah itu informasi tentang situs itu Cuma sedikit kan. Beda kalo kita ke Eropa. Batu sebesar kerikil aja, informasi yang diberikan bisa panjang banget. Sadar atau ga informasi itu merupakan daya jual yang cukup efektif. Kalo kita melihat suatu situs aja dan informasi tentang situs itu cuma dikit pastinya bakal menjadi hal yang ngebosenin. Itu salah satu faktor juga kenapa musium ga laku di Indonesia.

Dari artikel (kayanya kurang cocok juga dibilang artikel. Bahasanya terlalu ancur gini) ini, aku Cuma mau memperlihatkan bahwa cerita, mitologi yang kita punya juga bisa dijadikan daya tarik untuk mendatangkan turis ke Indonesia. Selain itu, kita kan kaya dengan situs-situs itu, kalo tidak diberdayakan untuk tempat wisata dan menjual pesonanya melalui cerita-cerita dibalik situs-situs tersebut kan sayang banget kita punya itu semua.